Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas

INDONESIA NOW

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:40 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMPAWAH –13- 7-2026 Penanganan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut menyebabkan potensi kerugian negara sebesar Rp32,4 miliar itu dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas, sehingga memicu desakan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bebersih Wujudkan Sanksi Hukum Penyimpangan APBN Di Kab Mampawah Kalbar Wujudkan Hukum!!! Permasalahan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan proyek Balai Pendidikan dan Pelatiahan Transportasi Darat sangat mudah. Banget pengingkapannya dengan hanya kata pasti. Terungkap

Prof DR Sutan Nasomal Menyampaikan kepada media : Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan perkembangan penyidikan setelah perkara tersebut ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Hingga kini, publik menilai belum ada kepastian mengenai tahapan penanganan perkara, termasuk kapan berkas perkara akan dilimpahkan kepada pihak kejaksaan. Prof Sutan Nasomal meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar perintahkan APH untuk menuntaskan terkait kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Perhatian masyarakat juga tertuju pada pihak-pihak yang telah diproses hukum. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan pihak lain apabila memang didukung alat bukti yang cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Mempawah, Andi Kamaludin, menyampaikan harapannya agar proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan profesional.

“Kami meminta aparat penegak hukum membuka perkembangan penanganan perkara ini kepada masyarakat. Jika masih ada pihak lain yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti, kami berharap semuanya diproses tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada kesan hukum hanya menyentuh sebagian pihak,” ujarnya.

Selain masyarakat, sejumlah organisasi seperti Center for Budget Analysis (CBA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga disebut turut mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara transparan serta tidak berhenti pada pihak tertentu saja. Prof DR Sutan Nasomal mendukung adanya transparansi sesuai permintaan masyarakat.

Mereka meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum. Apabila dalam prosesnya ditemukan hambatan, mereka berharap koordinasi dengan lembaga penegak hukum lain dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Prof DR Sutan Nasomal bersama Masyarakat juga berharap pengawasan terhadap penanganan perkara dilakukan oleh lembaga terkait agar proses hukum berjalan objektif, profesional, dan memberikan kepastian hukum.

Kasus dugaan korupsi proyek BP2TD Mempawah kini menjadi perhatian luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar. Publik berharap aparat penegak hukum dapat segera memberikan perkembangan resmi mengenai proses penyidikan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Polda Kalimantan Barat terkait perkembangan penyidikan maupun jadwal pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan.

Pemerhati Masyarakat dan Guru Besar Ilmu Hukum International
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (*)

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Pengamat Tolak Penggiringan Opini Terhadap Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Framing Sepihak
H Irmawan Buka Beasiswa Pemuda ke Jepang, Prioritaskan Anak Desa untuk Bangun Negeri
PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:57 WIB

Marzuan: Jangan Geser MBG dari SPPG ke Kantin Sekolah Tanpa Kajian

Kamis, 10 September 2026 - 05:21 WIB

Tak Butuh Waktu Lama, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Curi Motor

Rabu, 9 September 2026 - 09:40 WIB

Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 07:02 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Sambangi Polsek Lawe Bulan, Pantau Langsung Kesiapan Personel dan Kondisi Mako

Selasa, 8 September 2026 - 08:59 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Bambel

Senin, 7 September 2026 - 07:04 WIB

Syukuran dan Tatap Muka HUT Polwan ke-78, Kapolres Apresiasi Dedikasi Polwan Polres Aceh Tenggara

Minggu, 6 September 2026 - 12:59 WIB

Kurang dari 24 Jam, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curanmor ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 13:20 WIB

Unit PPA Satreskrim Polres Aceh Tenggara Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana mengakibatkan Korban Meninggal ke Kejaksaan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Marzuan: Jangan Geser MBG dari SPPG ke Kantin Sekolah Tanpa Kajian

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:57 WIB