Hadir Tapi Bungkam? Sikap Fraksi Rabbani di DPRK Tuai Kekecewaan

INDONESIA NOW

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:36 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Sikap Fraksi Rabbani di Gedung DPRK Subulussalam memicu gelombang kekecewaan publik. Hadir secara fisik dalam agenda penting dewan, namun dinilai bungkam di forum resmi, membuat masyarakat mempertanyakan komitmen politik mereka di ruang yang seharusnya menjadi tempat menyampaikan sikap secara terbuka dan bertanggung jawab.

Sorotan semakin tajam ketika pernyataan keras justru muncul melalui rilis dan media sosial. Publik menilai keberanian berkomentar di luar sidang tidak sebanding dengan sikap diam saat forum resmi berlangsung.

“Kami melihat mereka ada di dalam ruangan. Tapi ketika forum berjalan, tidak ada pernyataan tegas yang disampaikan. Kenapa berani di media, tapi tidak di ruang sidang?” ujar seorang warga yang mengikuti dinamika politik tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memperkuat kesan bahwa dinamika panas terkait defisit anggaran dan utang daerah dibiarkan menggelinding tanpa sikap terbuka di forum dewan. Padahal, sidang DPRK adalah ruang resmi dan terhormat untuk menyampaikan pembelaan, klarifikasi, maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam rilis tertanggal 14 Februari 2026, Fraksi Rabbani memang menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Wali Kota M. Rasyid dan Wakil Wali Kota Nasir, SE. Mereka bahkan menantang fraksi lain untuk membawa isu defisit dan utang daerah ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Bareskrim Polri, serta Jampidsus Kejaksaan RI guna dilakukan audit investigatif sejak 2015 hingga 2025.

Namun bagi sebagian masyarakat, tantangan tersebut dinilai kontradiktif. Jika yakin dengan data dan argumentasi, mengapa tidak dipaparkan secara terbuka dalam forum resmi DPRK? Mengapa publik justru menerima pernyataan melalui rilis tertulis, bukan melalui mimbar sidang yang dapat disaksikan langsung?

Fraksi Rabbani dalam rilisnya memaparkan sejumlah capaian, mulai dari pembayaran honor perangkat kampong 12 bulan penuh, pelunasan insentif tenaga kesehatan, hingga klaim penurunan utang daerah sebesar Rp43,6 miliar per 31 Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka juga menyebut distribusi lahan sawit 5 hektare kepada sejumlah dayah sebagai bukti komitmen sosial pemerintah.

Namun, di tengah polemik hak interpelasi dan wacana hak angket yang diinisiasi fraksi lain, publik menilai yang dibutuhkan bukan sekadar data dalam rilis, melainkan keberanian menyampaikan sikap secara langsung dan terbuka di ruang sidang.

Pengamat politik lokal menilai, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun integritas wakil rakyat diuji dari keberanian menyuarakan sikap di forum resmi, bukan sekadar narasi di luar sidang. Transparansi di hadapan publik menjadi ukuran utama kepercayaan.

Kini, tekanan moral berada di pundak Fraksi Rabbani. Publik menunggu klarifikasi resmi di ruang sidang, bukan sekadar pernyataan tertulis. Sebab dalam demokrasi, keberanian politik tidak hanya diukur dari seberapa keras suara di media, tetapi dari seberapa tegas sikap di forum terhormat DPRK.

Dinamika ini dipastikan akan terus memanaskan suhu politik di Subulussalam. Masyarakat pun berharap, seluruh fraksi mampu menunjukkan tanggung jawab dan konsistensi, demi menjaga marwah lembaga legislatif dan kepercayaan publik.

Berita Terkait

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman
Satu Tembakan, Satu Malam Mencekam, dan Akhir Pelarian Terduga Pelaku di Kebun Sawit
Mobil BUMDes Kembali ke Desa, Anwar Titip Pesan untuk Kemajuan Pasir Belo
Inspektorat dan DPMK Tegaskan Program Ketahanan Pangan–Stunting 2025 Wajib Dilaksanakan, LSM Desak APH Selidiki Dugaan Fiktif di Teladan Baru
Akun Facebook “Subulussalam Neutral” Dinilai Meresahkan, Warga Minta Kapolres Subulussalam Bertindak Tegas
Hasan Gerinci Desak Aparat Seret Kasus Defisit Rp290 M ke Meja Hijau, Subulussalam Memanas
Mengapul Manik Angkat Suara: Pernyataan Wali Kota Jadi Tantangan Serius bagi APH

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:52 WIB

Perkuat Sinergi dengan Generasi Muda, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Silaturahmi dan Temu Ramah Bersama OKP Cipayung Plus

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:33 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Agara Bongkar Peredaran Sabu di Lawe Alas

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:43 WIB

LSM KOMPAK ACEH TENGGARA Apresiasi Langkah Cepat Kasatker PJN Wilayah III Aceh dan PPK 3.5 dalam Pemulihan Jalan Batas Gayo Lues–Kutacane

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:40 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi dengan Dunia Pendidikan Lewat Kunjungan ke SMP Negeri 1 Kutacane

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:56 WIB

Semarak Kontes Durian Lokal Aceh Tenggara, Kapolres Bersama Forkopimda Dukung Potensi Durian Unggulan Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:31 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:24 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah dan Anev Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran, Perkuat Peran Sebagai Garda Terdepan Polri

Berita Terbaru