Aktivis Dipukul Kepsek, 50 LSM Mengecam Keras & Siap Aksi ke Polda Sumsel

INDONESIA NOW

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:49 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUASIN, SUMSEL – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kepala Sekolah SMPN 5 Banyuasin, Edi Candra, terhadap aktivis LSM Mustar memicu kecaman keras dari kalangan aktivis di Sumatera Selatan.

Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRANSI), Supriyadi, menilai tindakan tersebut bukan sekadar emosi sesaat, tetapi sudah mencerminkan perilaku premanisme yang mencoreng dunia pendidikan.

“Ini sangat memalukan. Seorang kepala sekolah yang seharusnya mendidik justru melakukan penganiayaan terhadap aktivis,” tegas Supriyadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menduga aksi kekerasan tersebut tidak terjadi secara spontan. Pasalnya, benda berupa besi disebut telah disiapkan di bawah meja kerja pelaku sebelum digunakan untuk memukul kepala korban.

Supriyadi turut menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dinilai tidak menunjukkan empati kepada korban. Hingga kini, menurutnya, belum ada pejabat daerah seperti Bupati maupun Kepala Dinas Pendidikan yang menjenguk korban.

“Kami kecewa. Seolah tidak ada kepedulian dari pemerintah daerah terhadap korban,” ujarnya.
Kritik juga diarahkan kepada Polsek Mariana yang dinilai lamban menangani perkara tersebut. Meski tersangka telah ditetapkan, hingga kini pelaku disebut belum juga ditahan.

“Ini membuat publik bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik penanganan kasus ini,” katanya.

Sebagai bentuk protes, sekitar 50 aktivis dari unsur LSM, media, dan organisasi masyarakat berencana menggelar aksi damai di Polda Sumsel pada Selasa, 17 Maret 2026.

Massa akan mendesak Kapolda Sumsel agar segera memerintahkan penahanan tersangka serta mengevaluasi penyidik di Polsek Mariana yang menangani kasus tersebut.

“Jika tidak segera ditahan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum,” pungkas Supriyadi. Tim PPWI-Sumsel

Berita Terkait

Metode Tumpang Sari Bikin Jagung Betras di Tandan Sari Tumbuh Optimal Menjelang Panen Juni
Perkuat Swasembada Pangan Polresta Pekanbaru: Polsek Kawasan Pelabuhan Salurkan Bantuan ke Petani
Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Anggota DPRD Dituntut 5,5 Tahun, FPR Desak KPK Tetapkan Aktor Intelektual sebagai Tersangka
Asisten Penasehat Khusus Presiden Bidang ESDM Hadiri Musdalub AKPERSI Sumsel 2026-2031
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Pejabat Arogan: Kadisdukcapil Pekanbaru Dituduh Menganggap Masyarakat Sebagai Calo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:12 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Berita Terbaru