Oknum Kombes Terkait Kasus Korban Pencurian yang Menjadi Tersangka Merupakan Jaringan Mafia

INDONESIA NOW

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:03 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Beredarnya sebuah postingan di media sosial, yang diduga memuat pernyataan seorang oknum perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes) di Kota Medan kepada salah seorang anggota Komisi III DPR RI, memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar tersebut, okn bum tersebut diduga menyebut bahwa pihak yang mengaku sebagai korban pencurian namun kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah menangkap terduga pelaku pencurian atas arahan polisi, merupakan “jaringan”, “mafia”, dan “pemeras”. Pernyataan yang beredar luas itu pun menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Keluarga pihak yang bersangkutan menyatakan keberatan dan merasa nama baik mereka telah dicemarkan apabila pernyataan tersebut benar ditujukan kepada mereka. Menurut keluarga, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang tidak pernah dapat dibuktikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merasa sangat dirugikan. Apabila memang benar ada pihak yang menyampaikan tuduhan seperti itu kepada pejabat negara tanpa disertai bukti yang sah, maka hal tersebut telah mencederai nama baik keluarga kami,” ujar perwakilan keluarga.

Keluarga juga meminta agar rekaman yang beredar dapat ditelusuri kebenarannya secara menyeluruh, termasuk siapa yang menyampaikan pernyataan tersebut, dalam konteks apa disampaikan, serta apakah terdapat dasar hukum maupun bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Mereka mendesak Kapolri untuk melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat apabila memang terdapat pelanggaran kode etik maupun penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, keluarga juga meminta Komisi III DPR RI untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dengan melakukan pengawasan sesuai kewenangannya. Menurut mereka, setiap tuduhan yang disampaikan oleh aparat penegak hukum kepada masyarakat harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan bukan sekadar opini atau asumsi.

“Kami berharap Kapolri dan Komisi III DPR RI mengusut tuntas persoalan ini agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat yang sedang mencari keadilan. Jika memang ada pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata perwakilan keluarga. 2 Juli 2026

Keluarga sangat menyesalkan apabila ada oknum aparat yang diduga berpangkat kombes yang mengatakan bahwa mereka adalah jaringan- mafia dan pemeras dan menurut mereka hal ini harus di usut tuntas dan apabila terbukti adanya ucapan tersebut maka harus dibuktikan apabila tidak bisa dibuktikan kami minta oknum itu di tindak tegas dan dipecat dari instansinya.

“Kami dikatakan jaringan – mafia dan pemeras, jaringan apa ini, mafia apa, apa ada riwayat kami yang mengatakan bahwa kami jaringan mafia dan pemeras. Ini harus di usut tuntas kami akan demo ke Mabes Polri, DPR RI dan Polda Sumut mendesak Kapolri, Komisi III dan Kapolda Sumut mengusut hal tersebut, jangan sampai kami korban pencurian malahan di fitnah dikatakan yang tidak tidak, ini jelas merugikan kami,”tegasnya

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun pihak yang diduga menyampaikan pernyataan tersebut mengenai isi rekaman yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Pengamat Tolak Penggiringan Opini Terhadap Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Framing Sepihak
H Irmawan Buka Beasiswa Pemuda ke Jepang, Prioritaskan Anak Desa untuk Bangun Negeri
PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pembersihan Lumpur Pascabanjir, Ketua LSM Kaliber Aceh Beri Apresiasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:38 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Berita Terbaru