Dampak Ekonomi, KDRT dan Selingkuh Hancurkan Mental Anak, RPPAI Soroti Lonjakan Perceraian

INDONESIA NOW

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:41 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA I Fenomena meningkatnya perpisahan rumah tangga di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI)

Menilai banyaknya keluarga yang berujung perceraian, dipicu persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga hadirnya pihak ketiga atau perselingkuhan.

Ketua Umum RPPAI, A.S Agus Samudra yang akrab disapa Agus Kliwir menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perceraian bukan hanya memutus hubungan suami-istri, tetapi meninggalkan dampak psikologis serius bagi anak.

“Yang paling terdampak adalah anak. Psikisnya terganggu, moral bisa tertekan, depresi bahkan beban mental jangka panjang. Ini yang sering luput dari perhatian,” tegas Agus Kliwir, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, tekanan ekonomi kerap menjadi pemicu utama pertengkaran dalam rumah tangga.

Ketika kebutuhan hidup tidak terpenuhi, konflik mudah terjadi. Situasi tersebut diperparah, jika muncul KDRT atau perselingkuhan yang akhirnya membuat hubungan semakin retak dan sulit dipertahankan.

Agus Kliwir menilai, dalam banyak kasus perceraian, anak menjadi korban yang tidak bersalah.

Mereka harus menghadapi konflik orang tua, perebutan hak asuh, bahkan sengketa warisan yang memperpanjang luka batin.

“Seringkali setelah perceraian, yang terjadi bukan hanya soal pisah, tapi juga konflik berkepanjangan.

Anak melihat orang tuanya saling menyalahkan. Ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang mental mereka,” tambahnya

RPPAI pun meminta agar lembaga peradilan, khususnya Pengadilan Agama di seluruh Indonesia, lebih mengedepankan proses mediasi sebelum memutus perkara perceraian.

Hakim seharusnya tidak terburu-buru menjatuhkan putusan, tanpa menggali secara menyeluruh kronologi persoalan dari kedua belah pihak.

“Mediasi harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan mudah memutus perkara. Upayakan dulu rujuk, pahami akar masalahnya. Kadang persoalannya bisa diselesaikan, jika ada pendampingan,” katanya.

RPPAI juga mendorong adanya pendampingan psikologis bagi pasangan yang sedang menghadapi konflik rumah tangga.

Selain itu, edukasi tentang ketahanan keluarga dinilai penting. dalam mencegah perceraian sejak dini.

Peran pemerintah dan lembaga sosial, sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat.

Program pemberdayaan ekonomi keluarga, konseling pranikah, hingga penyuluhan tentang bahaya KDRT harus terus digencarkan.

“Jangan sampai perceraian menjadi solusi instan. Kita harus menyelamatkan generasi bangsa.

Anak-anak yang tumbuh dalam konflik berisiko mengalami trauma berkepanjangan,” lanjutnya

Ketua Umum RPPAI, Agus Kliwir berharap semua pihak, mulai dari keluarga besar, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum, dapat bersinergi menjaga keutuhan rumah tangga.

Sebab, menurutnya keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter anak.“Kalau keluarga rapuh

Masa depan anak terancam. Kita tidak boleh menutup mata terhadap fenomena ini,” tutur Agus Kliwir

Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu perceraian dan dampaknya bagi anak, RPPAI berharap muncul kebijakan yang lebih berpihak pada perlindungan anak dan penguatan institusi keluarga di Indonesia.(red)

Berita Terkait

Langkah Tegas Menteri Imipas Dinilai Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Korupsi
Bela Mama Sinta, PW GPA DKI Minta Aparat Usut Tuntas dan Evaluasi Penayangan Film “Pesta Babi”
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Negara dan APH Jangan Tutup Mata Terkait Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam
Pemadaman Bergilir dan Desa Gelap Masih Terjadi, PLN NTB Diminta Transparan
Publik Dukung Langkah Tegas Dirkrimsus Polda Sumbar Lawan Tambang Ilegal
Gerakan Pemuda Kebangsaan Layangkan Surat dan Siapkan Aksi Besar di Depan Kementerian Lingkungan Hidup
Cerobong Masih Berasap Setelah Pembekuan, PT Rosin Dinilai Sedang Menguji Nyali Penegakan Hukum di Aceh
HIMLAB RAYA JAKARTA: Komitmen Nyata Berantas Narkoba Kapolres Labusel dan Jajaran Patut Diacungi Jempol

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:48 WIB

Rino Triyono: Jika Tak Ada Transparansi, Konsolidasi Nasional Bergerak Kawal Kasus Ini

Senin, 1 Juni 2026 - 10:16 WIB

IPTU Peri Padli: Laporan Tiap Minggu Kami Kirim, Target Swasembada Harus Tercapai

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:09 WIB

Iduladha 1447 H: Polda Riau tebar 195 sapi kurban se-Riau, bukti nyata hadir di tengah warga kurang mampu

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:45 WIB

Personel Polsek Teluk Meranti Turun Langsung Rawat Pekarangan Produktif Semangka, Cabai, Jagung

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:41 WIB

Nilai Bantuan Kurban Presiden Prabowo Wujud Nyata Semangat Berbagi untuk Rakyat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:58 WIB

Pegawai Dan Warga Binaan Rutan Tarutung Khidmat Laksanakan Shalat Idul Adha Dan Pemotongan Hewan Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:53 WIB

DPC GRIB Jaya Kota Medan Berbagi Paket Daging Kurban Kepada Ribuan Masyarakat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:58 WIB