Dampak Ekonomi, KDRT dan Selingkuh Hancurkan Mental Anak, RPPAI Soroti Lonjakan Perceraian

INDONESIA NOW

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:41 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA I Fenomena meningkatnya perpisahan rumah tangga di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI)

Menilai banyaknya keluarga yang berujung perceraian, dipicu persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga hadirnya pihak ketiga atau perselingkuhan.

Ketua Umum RPPAI, A.S Agus Samudra yang akrab disapa Agus Kliwir menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perceraian bukan hanya memutus hubungan suami-istri, tetapi meninggalkan dampak psikologis serius bagi anak.

“Yang paling terdampak adalah anak. Psikisnya terganggu, moral bisa tertekan, depresi bahkan beban mental jangka panjang. Ini yang sering luput dari perhatian,” tegas Agus Kliwir, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, tekanan ekonomi kerap menjadi pemicu utama pertengkaran dalam rumah tangga.

Ketika kebutuhan hidup tidak terpenuhi, konflik mudah terjadi. Situasi tersebut diperparah, jika muncul KDRT atau perselingkuhan yang akhirnya membuat hubungan semakin retak dan sulit dipertahankan.

Agus Kliwir menilai, dalam banyak kasus perceraian, anak menjadi korban yang tidak bersalah.

Mereka harus menghadapi konflik orang tua, perebutan hak asuh, bahkan sengketa warisan yang memperpanjang luka batin.

“Seringkali setelah perceraian, yang terjadi bukan hanya soal pisah, tapi juga konflik berkepanjangan.

Anak melihat orang tuanya saling menyalahkan. Ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang mental mereka,” tambahnya

RPPAI pun meminta agar lembaga peradilan, khususnya Pengadilan Agama di seluruh Indonesia, lebih mengedepankan proses mediasi sebelum memutus perkara perceraian.

Hakim seharusnya tidak terburu-buru menjatuhkan putusan, tanpa menggali secara menyeluruh kronologi persoalan dari kedua belah pihak.

“Mediasi harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan mudah memutus perkara. Upayakan dulu rujuk, pahami akar masalahnya. Kadang persoalannya bisa diselesaikan, jika ada pendampingan,” katanya.

RPPAI juga mendorong adanya pendampingan psikologis bagi pasangan yang sedang menghadapi konflik rumah tangga.

Selain itu, edukasi tentang ketahanan keluarga dinilai penting. dalam mencegah perceraian sejak dini.

Peran pemerintah dan lembaga sosial, sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat.

Program pemberdayaan ekonomi keluarga, konseling pranikah, hingga penyuluhan tentang bahaya KDRT harus terus digencarkan.

“Jangan sampai perceraian menjadi solusi instan. Kita harus menyelamatkan generasi bangsa.

Anak-anak yang tumbuh dalam konflik berisiko mengalami trauma berkepanjangan,” lanjutnya

Ketua Umum RPPAI, Agus Kliwir berharap semua pihak, mulai dari keluarga besar, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum, dapat bersinergi menjaga keutuhan rumah tangga.

Sebab, menurutnya keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter anak.“Kalau keluarga rapuh

Masa depan anak terancam. Kita tidak boleh menutup mata terhadap fenomena ini,” tutur Agus Kliwir

Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu perceraian dan dampaknya bagi anak, RPPAI berharap muncul kebijakan yang lebih berpihak pada perlindungan anak dan penguatan institusi keluarga di Indonesia.(red)

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Pengamat Tolak Penggiringan Opini Terhadap Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Framing Sepihak
H Irmawan Buka Beasiswa Pemuda ke Jepang, Prioritaskan Anak Desa untuk Bangun Negeri
PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Tertib Berlalu Lintas Jadi Prioritas, Polres Aceh Tenggara Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026

Berita Terbaru